Festival Bakcang Jadi Sarana Memperkuat Toleransi dan Mendorong Pariwisata Kalbar

Festival Bakcang Jadi Sarana Memperkuat Toleransi dan Mendorong Pariwisata Kalbar

Festival Keberagaman Kerukunan Umat

Pontianak (IMANDA) – Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, secara resmi membuka Festival Bakcang Pontianak 2026 yang digelar di kawasan Waterfront Pontianak. Kegiatan tersebut dinilai memiliki peran penting dalam menjaga kelestarian budaya, memperkuat nilai toleransi, serta mendukung pengembangan pariwisata berbasis budaya lokal di Kalimantan Barat.

Dalam sambutannya di Pontianak, Jumat, Norsan mengatakan bahwa tradisi bakcang yang diwariskan turun-temurun oleh masyarakat Tionghoa mengandung pesan kebersamaan, rasa syukur, dan keharmonisan yang relevan dalam kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, budaya tidak hanya berfungsi sebagai identitas suatu kelompok, tetapi juga menjadi sarana untuk mempererat hubungan sosial di tengah keberagaman.

Festival Bakcang Jadi Sarana Memperkuat Toleransi dan Mendorong Pariwisata Kalbar

Ia menilai Festival Bakcang bukan sekadar perayaan budaya masyarakat Tionghoa, melainkan juga cerminan harmonisasi kehidupan masyarakat multietnis yang selama ini menjadi kekuatan sosial Kalimantan Barat.

Festival Bakcang Jadi Sarana Memperkuat Toleransi dan Mendorong Pariwisata Kalbar

Norsan menjelaskan bahwa bakcang memiliki makna filosofis yang mendalam. Empat sudut pada bakcang melambangkan empat nilai kehidupan, yaitu Zizu yang mengajarkan rasa cukup, Gan En yang menanamkan rasa syukur, San Jie yang mendorong pola pikir positif, serta Bao Rong yang mengajarkan sikap saling menghargai, menerima, dan merangkul sesama.

Menurutnya, nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat menjaga persatuan dan membangun kehidupan yang harmonis di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang ada di Kalimantan Barat.

Ia menegaskan bahwa keberagaman merupakan modal sosial yang penting dalam mendukung pembangunan daerah. Oleh karena itu, seluruh lapisan masyarakat perlu terus menjaga persatuan dan memperkuat toleransi agar Kalimantan Barat tetap aman, kondusif, dan berkembang secara berkelanjutan.

Selain itu, Norsan mengingatkan bahwa arus globalisasi menjadi tantangan tersendiri bagi upaya pelestarian budaya. Karena itu, tradisi dan nilai budaya warisan leluhur harus terus dihidupkan melalui berbagai kegiatan budaya yang melibatkan generasi muda.

Festival Bakcang Jadi Sarana Memperkuat Toleransi dan Mendorong Pariwisata Kalbar

Festival Bakcang Jadi Sarana Memperkuat Toleransi dan Mendorong Pariwisata Kalbar

Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat, lanjutnya, terus berupaya menjaga keberlangsungan budaya melalui penyelenggaraan festival budaya, penguatan identitas daerah, serta peningkatan peran generasi muda dalam melestarikan warisan budaya.

Festival Bakcang Pontianak 2026 yang berlangsung di tepian Sungai Kapuas tersebut dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh masyarakat, pegiat pariwisata, organisasi budaya, hingga jajaran pemerintah daerah.

Selain berfungsi sebagai ajang pelestarian budaya, festival ini juga diharapkan mampu memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat menilai penyelenggaraan agenda budaya secara rutin dapat menjadi daya tarik wisata yang efektif untuk memperkenalkan kekayaan budaya daerah kepada wisatawan domestik maupun mancanegara.

Melalui berbagai kegiatan budaya tersebut, Kalimantan Barat diharapkan semakin dikenal sebagai daerah yang menjunjung tinggi nilai keberagaman, toleransi, dan keharmonisan sosial.

Norsan menambahkan, Festival Bakcang merupakan salah satu tradisi budaya masyarakat Tionghoa yang telah lama berkembang di Kota Pontianak. Tradisi ini tidak hanya menjadi bentuk penghormatan terhadap warisan leluhur, tetapi juga menjadi wadah interaksi budaya yang mempererat hubungan antarwarga dalam semangat persaudaraan dan kebersamaan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *